Jumat, 27 Januari 2012

PERANAN SEKTOR PERIKANAN TERHADAP EKONOMI WILAYAH KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT


I.       PENDAHULUAN

1.                 Latar Belakang
Pelaksanaan pemerintahan daerah, menurut Undang-undang nomor 32 Tahun 2004  tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan kewenangan yang lebih luas kepada pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masayrakat. Ini tercermin pada penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan daerah yang lebih mengedepankan pelaksanaan azas desentralisasi daripada azas dekonsentrasi dan azas tugas pembantuan. 
Kewenangan yang begitu luas tentunya akan membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu bagi daerah untuk menjalankan kewenangannnya itu.  Salah satu konsekuensinya adalah bahwa daerah harus mampu membiayai semua kegiatan pemerintahan dan pembangunan yang menjadi kewenangannya.   Sejalan dengan hal tersebut, Koswara (2000) menyatakan bahwa daerah otonom harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber-sumber keuangannya sendiri, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang cukup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerahnya.  Ketergantungan kepada bantuan pusat harus seminimal mungkin, sehingga PAD harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar, yang didukung kebijakan perimbangan keuangan pusat dan daerah sebagai prasyarat mendasar dalam sistem pemerintahan negara.
Isyarat bahwa PAD harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar bagi pelaksanaan otonomi daerah, hal ini menunjukkan bahwa PAD merupakan tolok ukur terpenting bagi kemampuan  daerah  dalam menyelenggarakan dan   mewujudkan  otonomi   daerah serta mencerminkan kemandirian suatu daerah.  Sebagaimana Santoso (1995) mengemukakan bahwa PAD merupakan sumber penerimaan yang murni dari daerah, yang merupakan modal utama bagi daerah sebagai biaya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.  Meskipun PAD tidak seluruhnya dapat membiayai total pengeluaran daerah, namun proporsi PAD terhadap total penerimaan daerah tetap merupakan indikasi derajat kemandirian keuangan suatu pemerintah daerah.
Kegiatan ekonomi suatu daerah secara umum dapat digambarkan melalui kemampuan daerah tersebut menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan bagi kebutuhan hidup masyarakat yang diindikasikan dengan (PDRB). PDRB merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu wilayah dalam suatu periode tertentu. PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Penyajian PDRB dihitung berdasarkan harga berlaku dan harga konstan.
PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun berjalan. Nilai PDRB harga berlaku nominal menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu daerah pergeseran dan struktur perekonomian daerah. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan dapat mencerminkan perkembangan riil ekonomi secara keseluruhan dari tahun ke tahun yang digambarkan melalui laju pertumbuhan ekonomi.
Di Kabupaten Seram Bagian Barat, perbandingan luas wilayah laut cukup besar 79.005 Km2 (93, 85 %) dan wilayah darat 5.176 Km2 (6,15 %), memungkinkan sektor perikanan akan menjadi andalan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat dengan berbagai potensi sumberdaya kelautannya.
Disamping itu, peluang pasar yang besar memberikan kesempatan kepada nelayan dan pengusaha perikanan di Kabupaten Seram Bagian Barat untuk memperluas usaha dan meningkatkan usaha dan pendapatan mereka. Jika pemerintah daerah mampu mendorong atau memfasilitasi masuknya investor untuk mengoptimalkan produksi dan meningkatkan pengolahan hasil, maka nilai tambah yang akan diperoleh nelayan dan pembudidaya lebih tinggi dan daya saing komoditas komoditas perikanan daerah ini akan meningkat. Dengan demikian, meningkatnya pendapatan dan nilai tambah akan meningkatkan kontribusi dan pertumbuhan sektor perikanan di dalam perekonomian daerah termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :
1)   Bagaimana kondisi/keadaan ekonomi wilayah  Kabupaten Seram Bagian Barat periode  berdasarkan PDRB.
2)   Bagaimana peranan subsektor Perikanan sebagai basisi ekonomi.
2.                  
  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah pada latar belakang  di atas, maka tujuan makalah  ini adalah sebagai berikut.
1)   Mengidentifikasi  kondisi/keadaan ekonomi wilayah  Kabupaten Seram Bagian Barat periode  berdasarkan PDRB.
2)   Menganalisis peranan subsektor Perikanan sebagai basis ekonomi
Kegunaan
Keguanaan yang diharapkan dari makalah ini adalah sebagai berikut :  Hasil praktikum ini diharapkan menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam pengambilan kebijakan-kebijakan pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

   METODOLOGI
Metode Pengumpulan data
Data yang dipakai dalam penelitian ini dikumpulkan melalui pencacatan.
a)        Pencacatan, yaitu pengumpulan data dengan cara mencatat data yang telah ada pada  instansi terkait.
b)        Peninjauan Lapangan, dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan sektor perikanan di Kabupaten Seram Bagian Barat. 
2.1.1.      Data dan Sumber Data
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Seram Bagian Barat tahun....... dalam bentuk runtun waktu (time series).
Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa sumber lembaga resmi pemerintah antara lain :
a)        Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat ;
b)        Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku.
Metode Analisis 
  Analisis Kontribusi Sektor Perikanan Terhadap PDRB Kabupaten    Seram Bagian Barat
Untuk mengetahui kontribusi Sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Seram Bagian Barat, digunakan formulasi (BPS, 2010) sebagai berikut :

Proporsi PDRB  =        …………………..………………….. (1.1)  
Keterangan :
     PDRB            =
     PDRBt           =     
     PDRBi              =

Produk Domestik Regional Bruto
Total PDRB
PDRB Sektor i 

  Analisis Location Quetient (LQ)
Untuk menganalisis apakah sub sektor perikanan di Kabupaten Seram Bagian Barat merupakan sektor basis digunakan formulasi   sebagai berikut :

        …………………..………………….............................. (1.2)
Keterangan :
Xij  = PDRB Sub Sektor Perikanan di Kabupaten Seram Bagian Barat
Xi.  =  PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Seram Bagian Barat
X.j   =  PDRB Sub Sektor Perikanan di Provinsi Maluku
X..  = PDRB Sektor Pertanian di Provinsi Maluku
Untuk dapat menginterpretasikan hasil analisis LQ adalah sebagai berikut:
·         Jika nilai LQij > 1 , maka hal ini menunjukkan bahwa sub sektor perikanan merupakan sub sektor basis bagi perekonomian di Kabupaten Seram Bagian Barat..
·         Jika nilai LQij = 1 , maka hal ini menunjukkan bahwa baik di Kabupaten Seram Bagian Barat maupun di Provinsi Maluku, sub sektor perikanan bukan merupakan sektor basis perekonomian.
·         Jika LQij < 1, maka hal ini menunjukkan bahwa sub sektor perikanan bukan merupakan sub sektor basis bagi perekonomian di Kabupaten Seram Bagian Barat.

PEMBAHASAN
Struktur Ekonomi
            Selama lima tahun terakhir sejak tahun 2006 sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar PDRB Kabupaten Seram Bagian Barat (Data Terlampir). Selama lima tahun sektor pertanian (termasuk didalamnya sub sektor perikanan) selalu menyumbang lebih dari 36 % dari keseluruhan PDRB Kabupaten Seram Bagian Barat. Nilai tersebut menunjukkan bahwa selama 5 tahun dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki struktur perekonomian yang paling dominan di sektor pertanian.
            Termasuk didalam sektor pertanian adalah subsektor tanaman bahan makanan, subsektor perkebunan, subsektor peternakan dan hasil-hasilnya, sub sektor kehutanan dan subsektor perikanan. Distribusi Presentase PDRB Kabupaten Seram Bagian Barat Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2006 – 2010  tersaji pada Tabel 1.

Tabel 1. Distribusi Presentase PDRB Kabupaten Seram Bagian Barat Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2004 – 2008 (Persen)


Lapangan Usaha
2006
2007
2008
2009*)
2010**)

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
I.  
Pertanian
·   Tanaman Bahan Makanan
·   Tanaman Perkebunan
·   Peternakan dan Hasil-hasilnya
·   Kehutanan
·   Perikanan
36,16
12,72
12,12
1,75
4,20
5,37
36,17
12,25
12,23
1,70
4,55
5,44
38,12
12,58
12,85
1,76
5,20
5,72
38,78
12,22
13,17
1,76
5,85
5,79
39,04
11,89
13,21
1,72
6,08
6,13
II.     
Pertambangan dan Penggalian
0,80
0,79
0,81
0,79
0,81
III.  
Industri Pengolahan
22,89
22,52
18,19
18,17
17,40
IV.  
Listrik Gas dan Air Bersih
0,43
0,44
0,46
0,45
0,44
V.                    
Bangunan
0,73
0,74
0,79
0,81
0,84
VI.    
Perdagangan Hotel dan Restoran
22,81
22,27
24,02
24,06
24,68
VII.  
Pengangkutan dan Komunikasi
5,76
5,70
5,83
5,68
5,67
VIII.     
Keuangan, Persewaan dan Jasa  Perusahaan
1,80
1,78
1,77
1,74
1,76
IX.    
Jasa-Jasa
9,62
9,59
10,00
9,51
9,36
PDRB
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
Sumber : Data BPS Provinsi Maluku (2011) setelah diolah
Keterangan : *) Angka Diperbaiki
                   **) Angka Sementara

            Berdasarkan Tabel 2 diatas terlihat bahwa Sub Sektor Perikanan sejak tahun 2006 – 2010 berkontribusi terhadap PDRB Kabupatern Seram Bagian Barat berkontribusi sebesar 5,37 – 6,13 persen. Terlihat pula bahwa sejak tahun 2006 sub sektor perikanan terus meningkat meskipun dalam kisaran yang sempit.

Pertumbuhan Ekonomi
            Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2008 (Data Terlampir) yang ditunjukkan oleh PDRB atas dasar harga konstan sebesar 5,36 persen. Bila dibandingkan tahun 2009 yang pertumbuhannya 4,73 persen, maka pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 lebih meningkat. Hal ini menunjukkan terus membaiknya kondisi ekonomi di Kabupaten Seram Bagian Barat. Dengan pertumbuhan yang terjadi tahun 2010 ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.
                        Jika dilihat persektor, pada tahun 2010 seluruh sektor mengalami pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan yang paling tinggi secara berurutan adalah pada sektor bangunan yaitu sebesar 9,85 persen. Setelah  itu disusul sektor pertambangan dan penggalian sebesar 6,51 persen.Urutan ketiga yaitu sektor jasa yang tumbuh sebesar 6,11 persen. Kenudian urutan selanjutnya adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 5,99 persen. Untuk sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 5,90 persen.
            Sementara  itu sektor pertanian tumbuh sebesar 4,78 persen serta sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 4,78 persen serta sektor industri pengolehan tumbuh 4,12 persen.

 Posisi Sub Sektor Perikanan dalam Perekonomian Kabupaten SBB
              Sub sektor perikanan adalah salah satu sub sektor yang menyumbang PDRB sektor pertanian di Kabupaten Seram Bagian Barat. Untuk melihat apakah sub sektor perikanan tersebut merupakan sub sektor basis yang diharapkan menjadi prime mover bagi pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat maka dilakukan Analisis LQ (Location Quotient). Hasil analisis LQ antara sub sektor perikanan vs pertanian Kabupaten SBB vs sub sektor perikanan vs pertanian Provinsi Maluku tersaji pada Tabel 3 berikut :

Tabel 2. Nilai LQ Sub Sektor Perikanan vs Pertanian Kabupaten SBB vs Sub Sektor Perikanan vs Pertanian Provinsi Maluku.

Tahun
2007
2008
2009
2010
LQ
0,27

0,14
0,32
0,33
Sumber : Data BPS Provinsi Maluku (2010) setelah diolah

            Pada Tabel 3 diatas terlihat bahwa sejak tahun 2007 – 2010 nilai LQ sub sektor perikanan < 1 dengan nilai terendah pada tahun 2006 sebesar 0,14 dan tertinggi tahun 2008 sebesar 0,33. Hal ini menunjukkan bahwa dengan potensi luas wilayah laut dan sumberdaya kelautan yang ada Kabupaten SBB belum bisa menjadikan sektor perikanan sebagai sektor basis yang menjadi prime mover bagi pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat      

 PENUTUP
  Kesimpulan
            Berdasarkan hasil analisis daTa-data sekunder disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1.      Sejak tahun 2006 – 2010 sektor pertanian (termasuk didalamnya sub sektor perikanan) memberikan kontribusi terbesar (< 36 %) bagi PDRB Kabupaten SBB. Dimana k ontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB Kabupaten SBB sejak tahun 2006 – 2010 berkisar antara 5,37 – 6,13 persen.  Dengan demikian Pertumbuhan ekonomi Kabupaten SBB sejak tahun 2006 – 2010 menunjukkan trend peningkatan dari tahun ke tahun.
2.      Sub sektor perikanan belum mampu menjadi sektor basis ekonomi  pada sektor Pertanian di Kabupaten SBB.
     
Saran
            Dengan potensi sumberdaya laut yang begitu besar maka seharusnya sub sektor perikanan menjadi sektor basis di Kabupaten SBB. Oleh karena itu orientasi  pembangunan Kabupaten SBB dimasa yang akan datang sebaiknya lebih diarahkan ke sub sektor kelautan dan perikanan.     

DAFTAR PUSTAKA

Bappeda Kab. SBB. 2010. Selayang Pandang Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2010. Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat, Piru.

BPS Provinsi Maluku. 2010. PDRB Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2009. Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Ambon.

Koswara. 2000. Otonami dan Pajak Daerah. Jogjakarta. PT Gramedia Widyasarana. Indonesia.

Santoso . 1995. Sumber-Sumber Pendapatan Asli Daerah. Jogjakarta. YPAPI.

Tidak ada komentar: